Jumat, 26 Januari 2018

Menjaga Hati

Dalam islam laki laki dan perempuan sama2 dianjurkan untuk menjaga pandangannya. Menjaga pandangan itu penting, salah satunya agar hati tak mudah jatuh cinta pada sesorang yang belum halal.
Karena tidak ada yg tau jodoh masing2 sebelum akad nikah dilaksanakan. Seyakin yakinnya dia jodohmu kalo Allah tak berkehendak kamu bisa apa?

Jatuh cinta sebelum halal itu beresiko. Beresiko patah ditengah jalan. Meskipun hampir semua keraguan dan pertanyaan tentangnya tiba2 mendapatkan jawaban yang baik, itu belum cukup kuat untuk menyimpulkan dia jodohmu. Harus tetap menjaga hati. Jangan sampai teledor menjaga hati. Bisa saja Allah mengirimkan seseorang bukan sebagai teman hidup, tapi Allah lagi mengujimu atau Allah ingin menyadarkanmu untuk berhijrah. Meskipun dari kedua belah pihak sama2 yakin, meskipun kedatangan dia merubah hidupmu menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya tapi kalau tak berjodoh Allah tak akan mempersatukan. Bisa saja dari pihak orang tua tiba2 tak menyetujui. Bisa saja Allah tiba2 mengambil salah satu rasa cinta diantaramu. Yakin saja Allah sebaik-baiknya pengatur. Allah akan mengirimkan seorang teman hidup yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan.

Salah satu tips menjaga hati yang diajarkan Ustadz Khalid Basalamah adalah jangan membuka diri jika ada lawan jenis yang ingin kenalan. Jangan mulai sms, jangan mulai WA. Tutup semua fasilitas yang bisa menjadikan kamu menghubungi lawan jenis. Kalau pengen nikah berdoa kepada Allah "Ya Allah tunjukkanlah lelaki/wanita yang baik". Insya Allah nanti ada kecenderungan, cocok dan seterusnya.

Kata Buya Yahya "Lebih baik membangun cinta diatas pernikahan, dari pada membangun pernikahan diatas cinta." Agar rasa cinta kepada-Nya tak ternodai dengan rasa cinta kepada makhluk-Nya yang belum halal.

Mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin bisa mencintainya, jika sebelumnya rasa cinta itu tidak bergelora di dalam dada? Untuk menjawabnya marilah kita simak kalimat ilahi dalam Al-Qur'an "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS. Ar Rum:21). Jadi insya Allah sudah fitrahnya pada dirimu engkau akan berkasih sayang dengan pasanganmu. Lagi pula cinta itu proses kerja. Bukan sekedar hasil. Akibatnya, jika kamu menikah dengan pasangan halalmu, maka kamu akan bekerja keras untuk mencintainya. Memperhatikannya, menjaganya, membahagiakannya, memberikan yang terbaik kepadanya dan melakukan kerja-kerja cinta lainnya. Semakin banyak kerja mencinta, semakin dalamlah rasa cinta di dalam dada kalian berdua (dikutip dari buku #AkuTersentuhCinta).

Jumat, 05 Januari 2018

Masa Lalu

Mengapa masih mengungkit masa lalu, jika diri sendiri masih butuh banyak perbaikan diri?
Mengapa masih mengungkit masa lalu jika orang lain sudah berusaha menjadi lebih baik?
Mengapa harus mengungkit masa lalu jika di masa sekarang sudah menjadi orang yang jauh lebih baik dari kemarin?

Karena semua orang memiliki masa lalu, cobalah untuk melupakan semua masa lalunya dan lihatlah perubahan dirinya di masa sekarang.

Masa lalu hanya sebagai tolak ukur seberapa jauh orang lain telah berhijrah, bukan sebagai cerminan diri seberapa baik orang di masa depan


-Fatma kepada Fatma-

Selasa, 02 Januari 2018

Sahabat Dunia-Akhirat

Memiliki sahabat yang baik adalah salah satu rizki yang sangat berharga. Bagaimana tidak? Ia yang sering menegurku ketika melakukan kesalahan, ia yang memberikan ketenangan ketika pikiran sedang kacau dan yang paling penting ia yang diam-diam mendoakan sahabatnya. Bersyukur sekali memiliki sahabat sepertinya.

Aku selalu suka ketika ngobrol dengannya selalu membicarakan hal yang bermanfaat, bukan menggosip/menggunjing. Bertukar pikiran tentang pengalaman yg dialami, sharing ilmu-ilmu bermanfaat, saling menguatkan, saling bertukar informasi.

Sahabat, semoga cita-citamu memperoleh pasangan hidup yang engkau idam-idamkan akan segera terwujud. Pasangan yang menjadi imam terbaik dalam hidupmu, yang membuatmu semakin kuat iman, yang membuatmu semakin luas ilmu agamamu, yang bisa mendidik anak-anakmu menjadi sholeh-sholehah dan paling penting, yang akan membimbingmu menuju surga-Nya.

Terima kasih sahabat dunia akhiratku, jangan pernah lelah menegurku yang tak pernah luput dari kesalahan ❤❤❤

Minggu, 31 Desember 2017

Malam Tahun Baru di Kampus

Malam tahun baru jadi inget waktu kuliah. Beberapa kali ndak bisa pulkam, gara2 libur tahun barunya ditengah2 UAS. Dulu perayaan tahun baru dibarengin sama perayaan dies natalis kampus. Lapangan rektorat rame, ada band2an, pesta kembang api.

Meskipun tinggal di asrama kampus, belum pernah ikut liat. Efek jomblo (eh single maksudnya) mungkin ya. Yang lain pada keluar sama pasangannya masing2, kalo aku nyicil belajar buat UAS, terus bobok cantik biar bisa bangun tepat waktu hahaha. Rajin bener yak aku. Dari pada baper mending menyibukkan diri. Ya kan??

Masih inget banget kalo tengah malem kebangun gara2 suara kembang api berasa di atas atap asrama. Pesta kembang apinya lumayan lama pula. Bikin susah tidur tapi kenangan kayak gtu ngangenin. Kalo hari ini gimana ya di kampus? Masih tetap kayak dulu atau diganti sholawatan? Hehe. Ah inget2 kenangan masa kuliah, bikin kangen kampus. Padahal baru beberapa hari yang lalu main ke kampus

Sabtu, 11 Februari 2017

Selasa, 06 Desember 2016

Parenting with Elly Risman and Familly


Bagi yang ingin belajar parenting bisa nih baca2 di link di bawah ini. Link ini diambil dari grup FB Parenting with Elly Risman and Family. Semoga bermanfaat 😊

Biografi Penulis
Dreams atau impian... (26 Feb 2016)
merealisasikan mimpi (10 Maret 2016)
Mengajari anak untuk berdzikir (29 Mei 2016)
Keajaiban istighfar (1 Juli 2016)
Masihkah ada? (4 Juli 2016)
Kenapa harus memaafkan? (20 Juni 2016)
Kritik (11 Juli 2016)
Pasif income lebih besar dari aktif income (6 Mei 2016)
Alami (23 Mei 2016)
Hanif dan Fidi (18 Juli 2016)
Bukan hanya hari pertama (19 Juli 2016)
Bohong (7 Juni 2016)
Silau (25 Juli 2016)
Kenapa harus Ayah (1 Agustus 2016)
Mengajarkan anak berfikir kritis (21 Juni 2016)
Istri Baru (31 Mei 2016)
Golden moment saat pulang kampung (16 Agustus 2016)
Harga diri seorang lelaki (15 Agustus 2016)
Belajar dewasa dari Alfin (8 Agustus 2016)
Melawan Penasaran (22 Agustus)
Keyakinan (12 Agustus 2016)
Contoh apa yang kita berikan (26 Agustus 2016)
Kritis Kreatif (30 Agustus 2016)
Zaman wis akhir (23 Agustus 2016)
Standar tindakan (20 Agustus 2016)
Tamyiiz (16 Mei 2016)
Ayah teladan (5 September 2016)
Impian Vs Tindakan (16 September 2016)
Anak Gadis (16 September 2016)
Nilai (12 September 2016)
Ketika ibu diajarkan berfikir oleh anaknya (12 Juli 2016)
Wiring (21 September 2016)
CV-ku (6 September 2016)
Inspirasi dan hijrah (26 September 2016)
Lebih baik ditembak peluru dari pada mati digigit nyamuk (25 September 2016)
Zaman sudah berakhir, isi dunia sudah gila (15 Juni 2016)
Thinking time (20 September 2016)
Tidak adil (5 Agustus 2016)
Be the world's greatest (14 September 2016)
Anak kita, gadget dan sosial media 1 (14 Agustus 2016)
Anak kita, Gadget dan sosial media 2 (21 Agustus 2016)
Anak kita, gadget, dan sosial media 3 (29 Agustus 2016)
Bersyukur (22 September 2016)
Coba sebentar, tutup mata (29 September 2016)
Saling melengkapi (15 September 2016)
Semua ada hikmahnya (14 Oktober 2016)
Fokus pada dirimu (1 September 2016)
Bisnis saya (13 Mei 2016)
Perhatikan anakmu (6 Oktober 2016)
berhati-hati dalam berkata (21 Juli 2016)
Menemani anak yang bosan (27 Juli 2016)
Merayakan hari Raia (19 Oktober 2016)
A little black box (10 Agustus 2016)
Saya pernah makan kecoa (4 Mei 2016)
Menjadi orangtua berarti... (20 Oktober 2016)
Ayah Akhir zaman (17 Oktober 2016)
Financial check up (27 Oktober 2016)
Uji coba (27 Oktober 2016)
Your world shape your children's world! (2 Oktober 2016)
Menyusui bayi (12 Oktober 2016)
Berfikir dan bertimbang rasa (30 Oktober 2016)
Paket combo (18 Oktober 2016)
Semua anak unik (24 Mei 2016)
Dating (1 November 2016)
Doa dan Pengasuhan (31 Oktober 2016)
Mengatasi kesalahan anak (13 Oktober 2016)
Pencitraan Ideologis (3 Oktober 2016)
Dewasa (7 November 2016)
Waktunya tukar sepatu (19 September 2016)
Ada dan ilmu (5 November 2016)
Khalifah akhir jaman (14 November 2016)
Anak, Ibu dan Nenek (4 juni 2016)
Pijakan yang kokoh (2 November 2016)
Semua itu ada pemiliknya (18 November 2016)
Harga diri (26 november 2016)
Memahami dan mengatasi anak yang menggunakan "bad word" (21 November 2016)
Harta karun pengasuhan (27 November 2016)
Saatnya mencermati permainan (28 November 2016)
Pepatah Afrika (30 November 2016)
Warna-warni dari masa kecil (4 Desember 2016)
BER”SELFIE” DENGAN CERMIN BESAR (5 Desember 2016)
Mengatasi anak malas mandi (7 Desember 2016)
Merantaulah (22 November 2016)
Handphone (6 Desember 2016)
Di rumah saja (29 Agustus 2016)
Belajar Keuangan dan Bisnis bersama Abi Zumi #1 (3 Desember 2016)
Bully (4 Oktober 2016)
Merayu anak (18 Mei 2016)
Tujuan hidup (7 September 2016)
Kepercayaan diri anak (22 Juni 2016)
Tidak ada yang lebih penting (21 November 2016)
7 tahun pertama anak (8 Juni 2016)
Bijak menghadapi :Tantangan pengasuhan sehari hari (5 Desember 2016)
Dia (8 November 2016)
Mimpi.. (16 November 2016)
Perasaan yang terabaikan (19 Desember 2016)
Welcome..Home, nak! (11 Oktober 2016)
Belajar Keuangan dan Bisnis Bersama Abi Zumi 2# (16 Desember 2016)
Perhatikan selalu anakmu (17 Desember 2016)
Komunikasi suami istri (19 September 2016)
Hari-hari bersama ayah (19 Desember 2016)
Mengasuh anak tanpa durhaka (25 Juli 2016)
semua rumah punya peraturan (5 oktober 2016)
Melibatkan anak dalam setiap aktifitas (9 November 2016)
Ibu saya... (23 Desember 2016)

Bullying
Perasaan yang terabaikan
Memasukkan sekolah untuk anak atau ibu?
Sekolah yang menyenangkan
Resolusi pengasuhan 2018
Prasyarat sebelum menikah



Rabu, 25 Mei 2016

Rindu

Aku rindu dengan kampusku, kampus yang megah dengan gedung bertingkat menjulang tinggi...
Aku rindu ketika kuliah pagi dengan ditemani dinginnya Malang...
Aku rindu ketika kuliah malam di gedung tinggi, menikmati malam yang sunyi dan gemerlap lampu yang indah di kampus...
Aku rindu ketika begadang mengerjakan tugas, laporan dan skripsi hingga larut malam dan tetap beraktifitas di pagi hari...
Aku rindu dengan semangatku yang menggebu-gebu disetiap aktifitas...
Aku rindu memilih kegiatan-kegiatan yang aku sukai...
Aku rindu menikmati setiap kegiatan yang telah aku pilih...
Aku rindu kesibukan disaat kuliah, mengerjakan tugas, laporan, menunggu dosen dan menyeleseikan amanah di organisasi...
Aku rindu menjadi panitia untuk acara besar diorganisasi, lari kesana kesini, naik turun tangga seolah tanpa merasa lelah..
Aku rindu duduk di ruangan mungil arsc, yang penuh dengan canda tawa dan kenyamanan didalamnya...
Aku rindu Masjid Raden Patah yang selalu membuat pikiran dan jiwa menjadi sejuk dan tenang...
Aku rindu teman2ku yang begituu baik, selalu menyemangati dan mengingatkan...
Aku rindu dengan dosen2 yang tanpa lelah dan bosan menularkan ilmunya...
Biarkan rindu ini selalu menetap dalam hati agar aku bisa mengenang setiap kebahagianku di kampus tercinta 😊